Cek SEO Artikel Online: Keyword dan Keterbacaan

Tempel artikel, isi keyword utama, lalu lihat hasil cek SEO dan keterbacaan yang sama dengan plugin Yoast SEO. Hasilnya langsung berubah saat kamu mengetik, dan semuanya jalan di browser, jadi artikelmu tidak dikirim ke mana pun.

Bahasa artikel

Pratinjau hasil Googledesktop
Contoh
https://contoh.com › artikel-kamu
Artikel

Heading, link, daftar, dan alt gambar ikut terbawa saat menempel dari Google Docs atau WordPress. Pindah ke tab HTML untuk menempel atau mengedit kode sumbernya.

Apa yang dicek tool ini

Mesin analisis di plugin Yoast SEO dirilis Yoast sebagai library JavaScript open source bernama yoastseo, berlisensi GPL-3.0. Halaman ini memuat library itu (versi 3.6.0) di browser kamu, lalu mengisinya dengan keyword utama, SEO title, slug, meta description, dan isi artikel. Lampu hijau, oranye, merah, dan kalimat sarannya keluar langsung dari library tersebut, bukan tulisan ulang saya. Saya tidak berafiliasi dengan Yoast. Saya memakai pluginnya di website klien, dan butuh cek yang sama untuk draft yang belum masuk WordPress.

Ada beberapa perbedaan dengan plugin. Cek "keyword yang pernah dipakai" butuh database website kamu, jadi tidak ada di sini. Sinonim, keyword terkait dan bentuk kata (misalnya imbuhan) adalah fitur Premium, jadi pencocokan keyword sama seperti versi gratis: kata harus muncul persis seperti yang kamu ketik. Sebaliknya, cek sebaran keyword (keyphrase distribution) ikut tampil di sini karena sudah ada di library-nya, padahal di plugin cek ini hanya ada di Premium.

Cara cek SEO artikel dengan tool ini

Pilih bahasa artikel, isi keyword utama di kolom paling atas, lalu tempel artikelnya di kotak Artikel. Teks dari Google Docs atau editor WordPress bisa langsung ditempel, lengkap dengan heading, link, daftar, dan alt gambar. Kalau kamu biasa menulis di mode kode, pindah ke tab HTML. Setelah itu isi SEO title, slug, dan meta description persis seperti yang akan kamu pasang. Alamat website dipakai untuk membedakan link internal dan link keluar. Hasilnya berubah sendiri setiap kali kamu mengetik. Draft tersimpan di browser ini sampai kamu menekan Hapus semua.

Kriteria cek SEO Yoast dan batasnya

Angka di bawah ini diambil dari kriteria skor SEO Yoast untuk versi 3.6.0.

CekHijau kalau
Keyword di paragraf pertamaSemua kata penting dari keyword ada dalam satu kalimat di paragraf pertama.
Panjang keyword1 sampai 4 kata penting. 5 sampai 8 oranye, lebih dari itu merah.
Keyword density0,5% sampai 3% untuk artikel 100 kata ke atas. Di atas 4% langsung merah tua.
Keyword di meta descriptionMuncul di 1 atau 2 kalimat description.
Panjang meta descriptionLebih dari 120 dan kurang dari 157 karakter.
Keyword di subjudul30% sampai 75% subjudul H2 dan H3 memuat keyword.
Keyword di SEO titleKeyword persis ada di awal title. Di tengah atau akhir dapat oranye.
Lebar SEO titleMaksimal 600 piksel, diukur dengan Arial 20 px seperti pratinjau desktop di atas. Di HP, pratinjaunya berubah jadi tampilan Google versi HP. Di sana title turun jadi sekitar 2 baris, bukan dipotong. Yoast tetap menilai dari lebar desktop 600 px.
Keyword di slugSemua kata penting untuk keyword 1 sampai 2 kata, lebih dari separuh untuk keyword yang lebih panjang.
Keyword di alt gambarMinimal satu alt gambar memuat keyword. Kalau gambarnya 5 atau lebih, 30% sampai 75% di antaranya.
Sebaran keywordUntuk artikel 15 kalimat ke atas, keyword muncul merata dari awal sampai akhir.
Panjang artikelMinimal 300 kata. 250 sampai 299 kata dapat oranye.
Link internal dan link keluarMinimal satu link dofollow ke website sendiri dan satu ke website lain.
Gambar dan H1Minimal satu gambar, dan tidak ada lebih dari satu H1 di isi artikel.

Cek keterbacaan untuk artikel bahasa Indonesia

Untuk bahasa Indonesia, Yoast punya daftar kata tugas, kata transisi, deteksi kalimat pasif, dan cek awal kalimat yang berulang. Rumus Flesch reading ease tidak ada untuk bahasa Indonesia, jadi angkanya kosong. Batasnya mengikuti kriteria keterbacaan Yoast:

CekHijauMerah
Sebaran subjudulTidak ada bagian lebih dari 300 kataLebih dari 350 kata tanpa subjudul
Panjang paragrafMaksimal 150 kataLebih dari 200 kata
Panjang kalimatMaksimal 25% kalimat lebih dari 20 kataLebih dari 30%
Kalimat pasifMaksimal 10% kalimatLebih dari 15%
Kata transisiMinimal 30% kalimatKurang dari 20% (artikel di atas 200 kata)
Awal kalimat berulangKurang dari 3 kalimat berturut-turut3 kalimat atau lebih

Kalimat pasif bahasa Indonesia dideteksi dari kata berawalan di- yang lebih dari 4 huruf, dengan daftar pengecualian untuk kata seperti diskon, digital, dan dinding. Satu hal yang sering kena: penulisan gabung seperti dimana, disini dan disana ikut dihitung sebagai kalimat pasif. Tulis terpisah sesuai EYD (di mana, di sini), dan persentase kalimat pasif biasanya langsung turun. Kata transisi yang dikenali antara lain namun, selain itu, oleh karena itu dan misalnya.

Arti lampu hijau, oranye, dan merah

Setiap cek memberi skor. 8 sampai 9 hijau, 5 sampai 7 oranye, 4 ke bawah merah, dan beberapa masalah diberi skor minus supaya totalnya turun lebih jauh. Skor SEO keseluruhan adalah rata-rata semua skor, dalam skala 0 sampai 100: di atas 70 bagus, 41 sampai 70 cukup, 40 ke bawah perlu diperbaiki. Skor keterbacaan memakai poin penalti. Karena bahasa Indonesia dianggap baru didukung sebagian, setiap lampu merah bernilai 4 poin (bahasa Inggris 3) dan oranye 2 poin. Lebih dari 2 poin jadi cukup, lebih dari 4 poin jadi perlu diperbaiki. Jadi artikel bahasa Indonesia memang lebih cepat turun nilainya dibanding artikel bahasa Inggris dengan masalah yang sama.

Cara saya memakai hasil cek ini

Saya membaca hasilnya sebagai checklist, bukan nilai rapor. Yang paling penting diperbaiki adalah masalah yang juga terasa oleh pembaca: keyword tidak ada di title dan paragraf pertama, meta description terpotong, atau tulisan panjang tanpa subjudul. Keyword density dan kata transisi cukup jadi panduan. Kalau keyword mulai terasa dipaksakan setelah muncul 4 kali, lampu oranye itu saya biarkan. Setelah artikelnya enak dibaca, saya cek lagi panjang title dan description di tool cek title dan meta description, yang juga bisa mengecek URL setelah artikel terbit.

Pertanyaan yang sering muncul

Apakah hasilnya sama dengan plugin Yoast SEO?
Kodenya sama. Halaman ini menjalankan yoastseo 3.6.0, library open source yang dipakai plugin Yoast untuk panel SEO dan keterbacaan. Bedanya, cek keyword yang pernah dipakai tidak ada karena butuh database website. Sinonim dan bentuk kata dari Premium juga tidak ada. Sebaliknya, cek sebaran keyword yang di plugin hanya ada di Premium justru ikut tampil.
Berapa keyword density yang ideal menurut Yoast?
Antara 0,5% dan 3% untuk artikel 100 kata ke atas, disesuaikan dengan panjang keyword-nya. Di atas 4% dianggap berlebihan. Untuk teks yang lebih pendek, Yoast menghitung jumlah kemunculan: cukup 1 sampai 2 kali.
Kenapa artikel bahasa Indonesia tidak ada skor Flesch?
Rumus Flesch reading ease dibuat untuk bahasa Inggris, dan Yoast tidak punya versi bahasa Indonesia. Cek keterbacaan lain seperti panjang kalimat, kalimat pasif, kata transisi, dan panjang paragraf tetap jalan.
Apakah artikel saya disimpan atau dikirim ke server?
Tidak. Analisisnya jalan di browser kamu, tidak ada teks yang dikirim ke server. Draft hanya disimpan di local storage browser ini supaya tidak hilang saat halaman dimuat ulang. Tombol Hapus semua menghapusnya.
Apakah semua harus hijau supaya artikel bisa ranking?
Tidak. Google tidak memakai skor Yoast. Cek ini cuma membantu dasar on-page, seperti keyword di title dan subjudul yang jelas. Artikel yang menjawab pencarian dengan lebih baik tetap bisa mengalahkan artikel yang hijau semua.